Langsung ke konten utama

7 Kesalahan Besar Saat Membersihkan Rumah



Bagi Anda yang tak memiliki asisten rumah tangga, biasanya waktu libur di akhir pekan sering dimanfaatkan sebagai jadwal membersihkan rumah secara menyeluruh.
Mulai dari menyapu, mengepel, menyikat lantai kamar mandi, merapikan taman, hingga membersihkan debu yang menempel di langit-langit.
Singkatnya waktu yang dimiliki, mengakibatkan Anda kerap tergesa-gesa saat membersihkan rumah. Tak heran bila ternyata banyak kesalahan yang mungkin sering Anda perbuat. Apa saja contohnya? Simak ulasan yang dikutip dari laman Rumah.com berikut ini. 

1. Membersihkan kaca jendela di siang hari
Cairan pembersih kaca akan mengering lebih cepat jika terkena sinar matahari langsung, sehingga menimbulkan garis-garis pada kaca jendela.
Itu sebabnya, waktu yang tepat untuk mengelap kaca jendela di rumah Anda adalah pada sore dan malam hari, atau ketika langit mendung (suhu di bawah 70˚F).
Untuk mendapatkan hasil lebih baik, gunakan squeegee atau karet pembersih kaca yang mencakup luas permukaan lebih dalam satu tarikan.

2. Menyempotkan cairan pembersih ke perabot
Metode ini sebenarnya sah-sah saja dilakukan, jika perabot di rumah Anda sangat kotor dan berdebu sehingga membutuhkan solusi cepat.
Akan tetapi, baiknya hal ini jangan dijadikan kebiasaan rutin, karena ternyata cairan pembersih justru bisa menumpuk residu. Cara yang benar, semprotkan cairan pembersih ke kain microfiber, lalu usap perabot maupun furnitur kayu secara perlahan.

3. Menghilangkan noda di karpet
Saat minuman ringan atau kopi tumpah ke karpet, seringkali Anda langsung membersihkannya dengan cara digosok. Ternyata, ini salah! Karena cara tersebut malah dapat merusak bulu karpet dan bahkan meninggalkan noda yang sulit dihilangkan. Langkah yang tepat adalah ambil sendok lalu angkat tumpahan air ke dalam gelas kotor.
Selanjutnya cari kain lap yang terbuat dari bahan handuk, dan meletakannya diatas karpet yang terkena tumpahan air noda, tekan perlahan hingga kain menyerap noda dengan optimal. Terakhir, gunakan produk khusus pembersih karpet dan bersihkan dengan kain lap secara lembut.

4. Menyimpan sikat toilet basah
Kelembaban akan melahirkan bakteri. Oleh karena itu, ubah kebiasaan Anda yang selalu menyimpan sikat toilet dalam keadaan basah. Seusai digunakan, pastikan sikat toilet Anda telah benar-benar kering sebelum dikembalikan ke tempatnya.

5. Menggunakan spons kotor
Karena sisa makanan dan bakteri kerap bersembunyi di celah-celah spons cuci piring, maka membilasnya dengan air saja tidak cukup. Kurun waktu sekali atau dua kali dalam seminggu, letakkan spons yang basah ke dalam microwave selama dua menit untuk mengeringkannya.
Jangan pernah merendam spons dengan sisa sabun pencuci piring yang sudah digunakan, karena kuman akan semakin berkembang biak apabila terus direndam.

6. Menggunakan pembersih kaca untuk TV dan layar komputer
Sebagian orang mungkin mengira bahwa pembersih kaca juga dapat digunakan untuk layar TV atau komputer. Dan hal ini, adalah kesalahan besar! Alkohol dan amonia yang terkandung dalam pembersih kaca justru bisa merusak layar LCD, terutama jika Anda memiliki TV plasma. Alangkah baiknya jika Anda hanya menggunakan kain lembut dan lembab.

7. Lupa membersihkan vacum cleaner
Waktu yang singkat bisa membuat Anda lupa akan kebersihan filter di dalam vacum cleaner. Alih-alih ingin memberantas debu dan kotoran di karpet rumah, nyatanya vacum cleaner yang mampet karena jarang dibersihkan malah memuntahkan debu yang tersisa, dan membuat kotor seisi ruangan.

Untuk itu lakukan perawatan dan kebersihan vacum cleaner secara rutin, agar tetap awet dan bisa bekerja maksimal. (Fathia/Ndw)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perbedaan Work Hard dan Work Smart yang Harus Kamu Ketahui

Apakah kamu pernah mendengar orang mengatakan, “Bekerjalah dengan keras karena kerja keras tidak akan membohongi hasil.” Atau malah ada yang berkata sebaliknya,  “Work smart lebih baik dari pada  work hard,  karena percuma bekerja keras kalau gak punya strategi.” Dua pernyataan ini pastinya bikin kamu bingung ‘kan? Mana yang lebih baik,  work hard  atau  work smart?  Oleh sebab itu, kali ini IDNtimes akan menjelaskan keduanya untuk kamu. 1. Orang yang work hard biasanya gigih dan bekerja tanpa kenal waktu  heatherkehoe.com Para pekerja keras memiliki mental yang kuat dan gigih dalam mengerjakan segala sesuatu. Sayangnya, kegigihan itu bisa membuat mereka lupa waktu sehingga bekerja melewati batas normal. Mereka jadi cepat lelah, juga kesulitan membagi antara waktu untuk bekerja dan waktu bersantai. Alhasil, mereka terus-terusan bekerja seharian tanpa istirahat yang cukup atau bahkan sangat jarang pergi liburan.  2. Jika work ...

5 CARA MENINGKATKAT PRODUKTIVITAS KERJA CEPAT CAPAI TARGET

Cara meningkatkan produktivitas kerja tidak hanya bisa Anda lakukan sendirian, Anda butuh orang orang disekitar Anda untuk mendapatkan kesuksesan Anda di dalam pekerjaan. Sebagaimana diketahui, manusia adalah makhluk sosial, sehingga tanpa orang lain, kesuksesan hanyalah sebuah mimpi. Seorang bawahan tidak akan sukses tanpa atasannya, begitu juga sebaliknya. Seorang atasan tidak akan bisa dikatakan sukses, ketika ia hanya sukses sendiri dan bawahanya hanya sebagai pesuruh yang tidak berkembang. Lalu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan dan meningkatkan produktivitas kerja ? Inilah 5 cara meningkatkan produktivitas kerja dan mencapai target yang diberikan oleh perusahaan Pertama, buatlah suasana kerja yang menyenangkan Kedua, membangun semangat kerja sesama tim Ketiga, jangan buang waktu Keempat, reward itu penting ? Kelima, perputaran jabatan atau posisi  

7 Makna Puasa

Makna puasa di bulan Ramadhan bukan hanya saat dimana umat muslim tidak makan dan minum selama satu bulan penuh. Sebenarnya puasa Ramadhan adalah hal yang lebih daripada itu. Bulan Ramadhan adalah saatnya umat muslim diberikan waktu istimewa dari Allah SWT untuk merefleksikan diri dan menumbuhkan sisi spiritualnya. Salah satunya dengan berpuasa dari subuh sampai matahari terbenam. Selain menahan lapar dan haus, ada beberapa makna penting dari puasa Ramadhan yang harus kita ingat dan pahami kembali, yaitu: 1. Menahan diri dari segala emosi Di bulan Suci ini, berpuasa juga dianjurkan untuk menahan godaan diri dari segala bentuk emosi. Amarah, nafsu, dan sedih yang berlebihan, dapat menyia-nyiakan kegiatan berpuasa. Maka dari itu, muslim dianjurkan untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, tadarusan, saling memaafkan terhadap sesama, dan melapangkan hati dari segala perasaan yang negatif. Jika kita bisa menyucikan hati dari emosi berlebih, maka makna dari puasa R...