Langsung ke konten utama

Perbedaan Work Hard dan Work Smart yang Harus Kamu Ketahui


Apakah kamu pernah mendengar orang mengatakan, “Bekerjalah dengan keras karena kerja keras tidak akan membohongi hasil.” Atau malah ada yang berkata sebaliknya, “Work smartlebih baik dari pada work hard, karena percuma bekerja keras kalau gak punya strategi.” Dua pernyataan ini pastinya bikin kamu bingung ‘kan? Mana yang lebih baik, work hard atau work smart? Oleh sebab itu, kali ini IDNtimes akan menjelaskan keduanya untuk kamu.

1. Orang yang work hard biasanya gigih dan bekerja tanpa kenal waktu 


heatherkehoe.com
Para pekerja keras memiliki mental yang kuat dan gigih dalam mengerjakan segala sesuatu. Sayangnya, kegigihan itu bisa membuat mereka lupa waktu sehingga bekerja melewati batas normal. Mereka jadi cepat lelah, juga kesulitan membagi antara waktu untuk bekerja dan waktu bersantai. Alhasil, mereka terus-terusan bekerja seharian tanpa istirahat yang cukup atau bahkan sangat jarang pergi liburan. 

2. Jika work smart, kamu bisa mengatur waktu dengan lebih baik dan jadi lebih teratur


digitalistmag.com
Dengan bekerja secara cerdas, kamu dapat mengatur waktu dengan lebih baik dengan membuat daftar prioritas. Kamu bisa mengatur mana pekerjaan yang memakan lebih banyak waktu dan mana yang bisa kamu selesaikan dengan cepat. Sehingga kamu jadi bisa menyimpan energi untuk hal-hal lain di luar pekerjaan, seperti berolahraga, pergi berlibur, hangout, atau makan malam dengan keluarga. 

3. Terkadang work hard hanya bekerja saja tanpa mengetahui cara kerja yang efektif


zwierciadlo.pl
Kebanyakan dari mereka yang work hard memegang prinsip, “Pokoknya kerja!” tanpa mengetahui strategi yang baik untuk memaksimalkan performa mereka. Oleh sebab itu, hasil pekerjaan mereka umumnya monoton dan terkadang tidak memenuhi harapan. 

4. Sedangkan, work smart lebih mengerti bagaimana bekerja seefektif mungkin 


Acer Switch Alpha 12
Jika kamu memilih work smart, kamu akan terlebih dulu membuat sistem bekerja sebelum melemparkan dirimu pada setumpuk tugas. Dengan begitu, kamu jadi bisa menyelesaikan tugas-tugas itu dengan lebih cepat tanpa harus membuat dirimu terlalu capek. 

5. Mereka yang memilih work hard biasanya merupakan orang yang rajin dan tekun 


Acer Aspire S13
Seorang pekerja keras biasanya rajin dan memiliki kemauan yang besar. Mereka juga tekun dalam mengerjakan tugas-tugasnya, bahkan sampai rela mengorbankan waktu untuk kebutuhan personal mereka demi bekerja. Pokoknya berdedikasi deh! 

6. Beda dengan hard worker, smart worker memiliki banyak ide segar dan kreativitas yang tinggi 
themewich.com
Karena mereka lebih terorganisir, pekerja work smart jadi punya waktu untuk menyegarkan pikiran lebih banyak daripada mereka para pekerja keras. Oleh karena itu otak mereka cenderung lebih aktif untuk menghasilkan ide-ide baru yang kreatif. 

7. Karena terlalu banyak hal yang harus dikerjakan dan kurang terorganisir, hard worker seringkali kehilangan konsentrasi


servingjoy.com
Saking bekerja terlalu keras, para hard worker jadi kewalahan dengan tugas-tugasnya. Mereka pun seringkali kehilangan konsentrasi karena terlalu menekan diri sendiri.

8. Kamu yang memilih work smart tahu benar apa yang diinginkan dan fokus mencapainya 


pbs.org
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, smart worker terbiasa membuat daftar prioritas mengenai tugas yang harus mereka lakukan. Daftar ini memudahkan untuk melihat goal yang sebenarnya ingin mereka capai. Ketika sudah mengetahui apa tujuan akhirnya, mereka bisa lebih fokus bekerja untuk meraihnya. 

9. Pekerja hard worker terbiasa untuk tidak bergantung pada orang lain


trulia.com
Para pekerja keras merupakan single fighter yang hebat. Mereka terbiasa untuk bekerja sendiri dan tidak mengandalkan orang lain. Hal ini merupakan sesuatu yang pantas untuk dikagumi, namun ada kalanya terdapat sesuatu yang membutuhkan lebih dari satu orang untuk pengerjaannya. Saking mandirinya, hard worker sering merasa tidak membutuhkan orang lain, padahal bantuan dari rekan kerja bisa meringankan tugas, lho.

10. Sebaliknya, smart worker tahu kapan mereka butuh bantuan orang lain 


fastcompany.com
Ketika mereka kewalahan atau kesulitan saat mengerjakan sesuatu, smart worker tahu kapan waktunya mereka meminta bantuan kepada orang lain. Mereka tahu dan menyadari limit mereka, sehingga tidak memaksakan diri ketika sudah overwork. 
Setelah membaca sepuluh hal ini, mana yang kamu pilih? Jadi seorang hard worker atau smart worker?

https://www.idntimes.com/life/career/acer/perbedaan-work-hard-dan-work-smart-yang-harus-kamu-ketahui/full

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 CARA MENINGKATKAT PRODUKTIVITAS KERJA CEPAT CAPAI TARGET

Cara meningkatkan produktivitas kerja tidak hanya bisa Anda lakukan sendirian, Anda butuh orang orang disekitar Anda untuk mendapatkan kesuksesan Anda di dalam pekerjaan. Sebagaimana diketahui, manusia adalah makhluk sosial, sehingga tanpa orang lain, kesuksesan hanyalah sebuah mimpi. Seorang bawahan tidak akan sukses tanpa atasannya, begitu juga sebaliknya. Seorang atasan tidak akan bisa dikatakan sukses, ketika ia hanya sukses sendiri dan bawahanya hanya sebagai pesuruh yang tidak berkembang. Lalu bagaimana cara mendapatkan kesuksesan dan meningkatkan produktivitas kerja ? Inilah 5 cara meningkatkan produktivitas kerja dan mencapai target yang diberikan oleh perusahaan Pertama, buatlah suasana kerja yang menyenangkan Kedua, membangun semangat kerja sesama tim Ketiga, jangan buang waktu Keempat, reward itu penting ? Kelima, perputaran jabatan atau posisi  

7 Makna Puasa

Makna puasa di bulan Ramadhan bukan hanya saat dimana umat muslim tidak makan dan minum selama satu bulan penuh. Sebenarnya puasa Ramadhan adalah hal yang lebih daripada itu. Bulan Ramadhan adalah saatnya umat muslim diberikan waktu istimewa dari Allah SWT untuk merefleksikan diri dan menumbuhkan sisi spiritualnya. Salah satunya dengan berpuasa dari subuh sampai matahari terbenam. Selain menahan lapar dan haus, ada beberapa makna penting dari puasa Ramadhan yang harus kita ingat dan pahami kembali, yaitu: 1. Menahan diri dari segala emosi Di bulan Suci ini, berpuasa juga dianjurkan untuk menahan godaan diri dari segala bentuk emosi. Amarah, nafsu, dan sedih yang berlebihan, dapat menyia-nyiakan kegiatan berpuasa. Maka dari itu, muslim dianjurkan untuk lebih banyak menghabiskan waktu untuk beribadah, tadarusan, saling memaafkan terhadap sesama, dan melapangkan hati dari segala perasaan yang negatif. Jika kita bisa menyucikan hati dari emosi berlebih, maka makna dari puasa R...